Minggu, 20 Desember 2009

Pat 1

© SAHABAT JADI CINTA “CINTA TERLARANG”

Bagian 1

Jam 12.00 pm

Vika dan Ami janjian di tempat biasa yaitu Café Sahabat yang menjadi tempat favorit mereka berdua sejak mereka sama-sama satu sekolah SMA dan dari Sekolah itulah mereka berdua ketemu dan menjadi sahabat sampai saat ini. Sekarang mereka berdua sudah duduk dibangku kuliah yang berbeda, Vika di Jakarta sedangkan Ami di Bandung meskipun mereka berdua terpisah oleh jarak tapi komunikasi tetap lancar, terkadang kalau ada waktu Libur atau senggang salah satu dari mereka berdua ada yang saling mengunjungi.

“Halo Ami…” sapa Vika sambil cipika-cipiki.

“Halo juga Say..” jawab Ami

“Tumben Lo gak telat..?” Tanya Ami ke Vika.

“Iia dong.. masa gw mau telat terus cie nti Lo nya ngambek lagi kalo gw telat, Lo kan kalo udah ngambek susah dan lama baiknya makanya gw usahain gak telat hehehe” jawab Vika sambil cengengesan.

“Owh jadi Lo gak mau pny sahabat kaya gw nie ceritanya..” jawab Ami dengan ngambek.

“Tuh kan.. mulai deh ngambeknya.” jawab dengan malasnya.

Hhehehe… gw Cuma becanda kaliee jangan dianggap serius dong” sambil mencubit pipi Vika.

“Au,, Sakit tau pipi gw” teriak Vika sambil memegang pipinya sendiri.

“Vika kan sekarang tanggal 19 bentar lagi tanggal 22 tepat Qta mengikrarkan persahabatan Qta, Lo ada rencana buat pergi kemana gtu atau mau buat acara apa gtu kan biasanya Lo yang banyak ide” tanya Ami.

“Eehhhmmm….Apa iia” sambil cari ide.

“Ayo dong Vika cari idenya yang bagus..” Ami memberi semangat ke Vika.

“Gimana kalau Qta ke Jogja,?” Tanya Vika ke Ami.

“Wah, ide bagus tuh.. kebetulan gw belom pernah ke Jogja hhahaha” jawab Ami dengan semangat dan ketawa.

“Tapi Qta mau pergi kapan dan pulangnya kapan lagi,?” Tanya Ami

“Qta berangkat Lusa dan Qta disana paling Cuma seminggu atau 3 hari lah terganatung dari jadwal Qta kuliah aja gmn,?” jawab Vika sambil bertanya lagi ke Ami.

“Boleh-boleh tuh..Gw setuju dengan ide Lo, emank Lo sahabat gw yang pny 1100 ide cemerlang melebihi orang lain yang punya ide 1001 ide hhehehe” jawab Ami sambil memuji Vika dengan menepuk pundaknya.

Saking asiknya mereka berencana mau pergi kemana untuk merayakan anniversary friend mereka berdua, Vika dan Ami lupa memesan makanan dan minuman. Setelah mereka pesan makanan dan minuman, biar gak terlalu bosan menunggu pesanan mereka berdua datang obrolan lanjut kemasalah percintaan. Maklumlah mereka berdua masih sama-sama menjomblo alias belom punya pacar masing-masing. Meskipun mereka berdua belom memiliki pasangan tapi mereka memiliki kesamaan dan perbedaan tapi itu tidak jadi masalah dan bisa saling menutupi. Vika adalah cewe kaya raya, yang smart, cantik dan popular dikampusnya bisa dibilang cewe yang perfect itu menurut pandangan orang tapi didunia ini tidak ada yang sempurna kecuali ALLAH SWT. Sedangkan Ami adalah seorang cewe dari keluarga yang sederhana, smart, punya prestasi yang banyak, wajahnya manis dan populer dikampusnya sama seperti Vika. Tapi mereka berdua tidak sombong dan tidak pelit terhadap ilmunya, maka dari itu mereka berdua memiliki banyak teman dan para cowo-cowo yang menyukainya.

“Oia,ngomong-ngomong anak cowo dikampus Lo kasep-kasep gak,?” Tanya Vika dengan genit.

“Anak cowo di kampus gw cakep-cakep tapi iia gtu deh.. Lo tau lah pergaulan di Bandung gimana kalau Qta gak pinter-pinter milih teman atau bergaul” jawab Ami.

“Iia juga cie Mi tapi kan gak semua cowo yang kaya Lo pikirkan.. buktinya di Jakarta banyak yang kaya gtu” serius Vika.

“Nah, Lo sendiri gimana di kampus Lo banyak cowo ganteng en keren gak,?” Ami balik tanya.

“Banyak bangets..!! Lo tau kan gw kuliah di Universitas yang banyak para artisnya.” Jawab Vika dengan bangga.

“Wah.. enak dong!! Kenalin ke gw donx Vika.” Ami memohon di saat pelayan datang membawa pesanannya.

Di saat mereka berdua makan, tiba-tiba ada seorang cowo yang nyamperin ke meja mereka yaitu Tama. Tama adalah cowo yang di taksir oleh Vika di kampusnya gak hanya Vika yang naksir tapi semua para cewe-cewe dikampusnya suka sama Tama maklum lah Tama banyak disukai karena selain ganteng dan dia juga pintar tapi gak cuma itu aja Tama juga popular dikampusnya. Pernah suatu saat Tama dijodohkan dengan Vika tapi Tama gak mau karena dia udah punya pacar dan sekarang Tama lagi jomblo jadi kesempatan Vika untuk mendekatinya.

“Hai Vika..!!” suara cowo yang Vika kenal.

“Hh..aa..ii juga Ta..ma..” jawab Vika dengan gugup.

“Wah, kebetulan iia Qta ketemu disini.. boleh gabung gak,?” tanya Tama.

“Boleh koq Tama.. silahkan duduk” Vika mempersilahkan Tama duduk.

“Siapa Vik,?” tanya Ami.

“Oia, Ami kenalin ini Tama.. Tama ini sahabat Qw namanya Ami” Vika memperkenalkan Ami ke Tama.

“Tama mau pesen apa,?” Tanya Vika dengan pelan.

“Udah pesen koq tadi..” jawab Tama dengan ramah.

“Qm sering kesini juga,?” tanya Tama ke Vika.

“Iia Q sering kesini kuq dan ini tempat favorit Q sama sahabat Q Ami..” jawab Vika.

“Wah.. berarti nanti kalau Q mau ke sini ajak Qm aja kalie yah biar lebih seru dan asik soalnya kalau Q ajak teman-teman Q pada gak ada yang mau, mereka semua hanya ingin makan di Restoran yang terkenal.. gimana Vika mau gak,?” ajak Tama ke Vika.

“Boleh deh..” jawab Vika dengan senang hati.

Ditengah asik Tama dan Vika ngobrol..

“Ehem…!! Lupa iia kalau disini juga masih ada orang” sela Ami.

“Aduh maaf iia Ami.. gw lupa” Vika minta maaf

“Duh, sory iia Lo jadi dikacangin sama Qta berdua” Tama juga minta maaf ke Ami.

“By the way, Lo kuliah dimana, Mi,?” tanya Tama ke Ami.

“Gw kuliah di Bandung.. Lo sendiri dimana,?” Ami balik tanya.

“Kebetulan gw satu kampus sama Vika” jawab Tama sambil berlalu makan.

“Terus ngambil jurusan apa,?” tanya Ami.

“Gw ambil jurusan fotografi dan Lo sendiri ambil jurusan apa,?” Tama balik tanya.

“Gw ambil jurusan Broadcast” jawab Ami.

“Oia, abis ini kalian berdua mau kemana,?” tanya Tama.

“Qta abis ini mau ke mall mau shopping, biasa cewe.. hhehehe” jawab Vika sambil ketawa.

“Wah, kebetulan dong.. gw juga mau ke mall tapi gw mau liat kamera cie, gimana kalau Qta perginya bareng” ajak Tama ke Vika dan Ami.

“Duh, sory Tama bukanya Qta berdua gak mau tapi kebetulan Q bawa mobil jadi gak bisa bareng” Vika minta maaf ke Tama.

“Owh, ya udag gak apa-apa.. lain kalie aja Qta perginya” jawab Tama dengan tenang.

Setelah mereka bertiga makan, akhirnya Tama pamitan sama Vika dan Ami begitu juga sebaliknya dengan mereka berdua ke Tama.

“Vik, tadi seneng banget cie sama Tama,?” tanya Ami dengan heran.

“Iia jelas lah gw seneng.. Dia kan pujaan hati gw Ami” jawab Vika dengan mata berbinar-binar.

“Jadi itu cowo yang selama ini Lo certain sama gw via telpon” Ami dengan kagetnya.

“Iia Ami.. mank knp,?” tanya Vika dengan takut.

“Lo yakin suka sama dia,?” tanya Ami dan menyakinkan Vika.

“Gak tau deh Ami.. gw sendiri bingung sama perasaan gw apa bener gw cinta sama dia atau hanya sekedar suka soalnya gw belom pernah deket sama Tama jadi gw bingung sendiri” jawab Vika yang sambil nyetir mobil.

“Kalo Lo bingung sama perasaan Lo mending Lo jangan terlalu banyak berharap deh sama Dia, gw kasihan Liat Lo kalo nanti Lo jadi sakit hati mendingan Lo berteman aja dulu sama Dia biar Lo tau gimana perasaan Dia ke Lo atau gak yakinkan perasaan Lo ke Dia” Ami kasih saran ke Vika.

“Ok deh kalo gtu Mi, thx iia dah kasih gw saran” Vika berterima kasih sama Ami.

Sesampainya di Mal..

Vika dan Ami langsung masuk ke Toko Pakaian di sana mereka berdua hanya melihat dan juga membeli beberapa pakaian setelah itu mereka lanjut ke bioskop. Nonton adalah salah satu hobby mereka berdua yang gak bisa di hilangkan atau terlewati kalau udah ada film barat yang begitu menarik dan bagus bangetzzz menurut mereka. Baik itu nonton sendiri atau rame-rame pasti mereka akan nonton. Pernah suatu hari di saat film Harry Potter yang ke-5 dan belum ditayangkan di Indonesia dan mereka berdua cari info lewat internet bioskop mana yang udah ditayangkan film Harry Potter, ternyata di Malaysia sudah ditayangkan filmnya dan disaat itu juga Vika dan Ami langsung pesan tiket pesawat tujuan Malaysia untuk hanya nonton film Harry Potter.

“Vika film barat adanya cuma 2 nie.. Qta mau nonton apa,?” tanya Ami.

“Eehhmmm… The Proposal atau UP iia,? Gimana kalau Qta nonton dua-duanya” jawab Vika.

“Tapi kan Qta udah nonton itu semua…” ngeluh Ami.

“Iia cie.. Tapi gw mau nonton lagi soalnya film 2 ini tuh seru banget Ami” mohon Vika.

“Iia udah deh..”

Akhirnya mereka nonton 2 film barat, pertama mereka film The Proposal yang menceritakan tentang seorang wanita yang berkedudukan sebagai Manager di sebuah perusahaan media cetak dan seorang karyawan laki-laki yang berperan sebagai asisten pribadi Managernya. Tadinya karyawan itu bekerja sebagai editor tapi dianggap kurang bagus dalam bekerja akhirnya Dia dijadikan sebagai asisten pribadinya. Sampai suatu hari Managernya dipanggil oleh departemen Negara karena Dia harus di deportasi dan tidak pernah memperpanjang penetapan Dia di Negara yang Dia tinggal untuk sementara. Agar dia bisa tetap menjadi warga Negara asli Managernya harus menikah dengan warga tetap atau asli yang tinggal di negaranya dan Managernya milih asisten pribadinya sendiri untuk menikah agar mendapat warga Negara dan tdak jadi dideportasi karena pihak departemen tidak begitu langsung percaya dan akhirnya pihak departemen mengusulkan agar mereka berdua liburan dan mengenal keluarganya masing-masing. Akhirnya mereka berdua pergi liburan ke rumah keluarga calon suami atau asisten pribadi managernya. Hingga suatu hari mereka akan melangsungkan pernikahan tapi Managernya atau pihak wanita mengungkapkan semua rahasia mereka berdua dan itu membuat keluarga pihak laki terkejut tapi disitu Assistennya sadar bahwa Dia mencintai wanita yang selama ini menjadi atasannya yang suka berbuat seenaknya aja.

“Ami gimana filmya seru kan,?” tanya Vika.

“Seru bangetss… tapi ada adegan yang gak disensor hhehehe” jawab ami dengan ketawa.

“Ami sambil nunggu nonton film UP gimana kalau Qta makan dulu gw laper nie..” ajak Vika.

“Boleh tuh.. kebetulan gw juga laper berat” jawab Ami.

Di tempat makan..

“Mau pesen apa Mi,?” tanya Vika.

“Apa aja deh… yang penting gw makan” jawab Ami.

“Iia udah.. Lo tunggu disini dulu, gw mau pesen makanan dulu” suruh Vika.

“Ok deh..” jawab Ami.

“Silahkan mba mau pesen apa,?” tanya Mas nya.

“Pesen paket 2 iia Mas” jawab Vika.

“Untuk satu orang apa dua orang,?” tanya Mas nya lagi.

“Untuk dua orang Mas” jawab Vika.

“Ok mba.. untuk dua orang paket 2 jadi semuanya 60 ribu rupiah” Mas nya memberitahukan jumlahnya.

“Nie Mas uangnya” Vika membayar.

“Nanti pesanan nya di antar ke meja Mba, silahkan di tunggu” Mas nya memberitahu.

“Jangan pake lama iia Mas” suruh Vika. Dan Mas nya hanya senyum saja.

Lima menit kemudian …

“Misi Mba nie pesannya …” pelayannya memberikan pesanannya.

“Oh..iia Mas, makasih iia” kata Vika.

“Selamat makan” Vika dan Ami bersamaan.

Selesai makan …

“Vika filmnya baru mulai tuh..” Ami memberitahu.

“Iia nie … gw mau beli cappuccino dulu iia, Lo mau gak,?” tanya Vika

“Iia udah … gw ke kamar mandi dulu” Ami memberitahu.

“Silahkan Mba mau beli apa,?” tanya pelayannya.

“Ice Cappucino 2nya Mas” jawab Vika.

“Sebentar iia Mba” pelayannya.

“Ini Mba ice cappuccino nya 2 ..” pelayannya memberikan ice cappuccino.

“Berapa semuanya Mas,?” tanya Vika.

“ 30 ribu Mba” jawab Pelayannya.

Setelah Vika membayar dan Ami juga udah keluar dari kamar mandi, mereka langsung ke studio 2 nonton film UP. Film UP adalah film kartun yang menceritakan tentang seorang sepasang yang ingin pergi dan tinggal di gunung air terjun.

Setelah nonton, mereka pulang dan yang membawa mobilnya sekarang Ami. Di dalam perjalanan mereka ngobrol..

“Vika gw nginep di Kostan Lo iia,?” Ami memulai membuka pembicaraan.

“Ya udah gak apa-apa, kebetulan kostan gw sepi soalnya temen-temen kost gw pada pergi semua” Vika jawab.

“Lah ..!! mank pada kemana semuanya,?” tanya Ami.

“Kan gw udah selese UAS jadinya pada liburan dan ada juga yang pulang kerumahnya masing-masing” jawab Vika memberitahu Ami.

“Lo sendiri kenapa gak pulang,?” tanya Ami lagi.

“Kebetulan gw masih ada urusan sama dosen dan pekerjaan gw di percetakkan masih banyak jadinya mau gw kelarin dulu” jawab Vika panjang lebar.

“Owh.. gtu toh. Terus rencana Qta yang mau ke Jogja gimana,?” tanya Ami untuk yang ke tiga kalinya.

“Gw bisanya minggu depan deh ke Jogjanya” jawab Vika singkat.

“Minggu depan …!!! Iia udah deh … tapi g nginep di kostan Lo iia jadi besok gw balik kerumah ambil pakaian terus pamit deh sama Ortu ..” Ami memberitahu Vika.

“Iia udah atur aja tapi gw gak bisa anterin Lo balik soalnya besok gw mau ke kampus terus ke percetakkan .. gak apa-apa kan Mi,?” Vika balik tanya.

“Ok deh..” jawab Ami dengan senyum senang.

Sesampainnya di kostan Vika …

“Vika serem bangets cie kostan Lo …” komentar Ami.

“Kan udah gw bilang kostan gw lagi sepi Cuma ada 10 orang yang masih ada disini” Vika memberitahu kembali ke Ami.

“Sampai juga di kamar gw …” sambil berlalu tiduran.

“Oia, Ami kalo mau minum tuh udah ada gelasnya dan itu airnya” Vika memberitahu dimana letak gelas dan airnya.

“Vika kamar mandi dimana,?” tanya Ami.

“Lo tau kan jalan yang tadi Qta lewati .. disitu kamar mandinya sebelah kanan dan kiri” jawab Vika sambil menyalakan komputernya.

Ami kembali ke kamar Vika ..

“Tidurnya Vika ….” ajak Ami.

“Iia nanti dulu gw lagi bales e-mail dulu nie ..” jawab Vika yang lagi membalas e-mail.

Setelah selesai membalas e-mail, mereka berdua tidur.

Jam 07.00am

“Ami bangun…” Vika membangunkan Ami.

“Hhooammmm … Jam berapa sih,?” tanya Ami yang masih ngantuk.

“Udah jam 7 pagi” jawab Vika.

“Masih pagi Vika … hhooammm” Ami sambil nguap dan mengucek matanya.

“Iia mank masih pagi tapi gw mau pergi dulu .. Lo mau bareng gak,?” tanya Vika.

“Mank Lo mau kemana,?” Ami balik tanya.

“Gw mau ke sekolahan deket rumah Lo jadi sekalian anterin Lo pulang ke rumah” jawab Vika.

“Iia udah gw mandi dulu iia ..” sambil ambil handuk.

“Jangan lama-lama mandinya” suruh Vika.

Setengah Jam kemudian …

Ami baru selesai mandi …

Sedangkan Vika udah ada di bawah lagi memanaskan mesin mobil …

“Ayo Qta berangkat ..” ajak Vika.

“Mank Qta mau kemana cie …?? Koq buru-buru amat ..” tanya Ami.

“Guw mau ke SMA 70 kan deket sama rumah Lo jadi sekalian gw anterin Lo balik ke rumah abis itu gw langsung ke SMA 70 yang mau bikin buku tahunan” jawab Vika panjang lebar sambil menyetir mobil.

“Owh gitu toh …” Ami komentar.

Jam 08.00am

Sampai juga di rumah Ami …

“Mampir dulu Vika …” ajak Ami.

“Lain kali aja deh … gw lagi buru-buru nie … salam aja deh buat orang rumah dari gw … OK” jawab Vika dan Vika melanjutkan jalannya lagi.

Jam 08.15am

Sampai di SMA 70 …

Vika langsung calling ketua osisnya SMA 70 …

“Hallo bisa bicara dengan Denis,?” Vika bertanya.

“Iia betul … ini siapa iia,?” suara di seberang telepon.

“Ini gw Vika yang fotografer … yang mau bikin buku tahunan sekolahan Lo” jawab Vika.

“Owh … iia. Sekarang Kak Vika dimana,?” tanya suara lelaki ditelepon.

“Kebetulan kakak udah ada di sekolohan Qm” jawab Vika.

“Iia udah klo gtu sekarang saya ke sana ia kak” suara di telepon.

“Kak Vika ia,?” tanya seorang siswa cowo.

“Ia betul .. ini Denis ia,?” tanya Vika.

“Ia..” jawab Denis.

“Ayo kak Qta keruang OSIS kebetulan panitia pembuat buku tahunan udah ada di dalam” ajak Denis.

“Owh ia udah” jawab Vika.

“Lapangannya luas juga iia terus banyak tanaman hijau jadi kelihatan lebih asri” komentar Vika tentang SMA 70.

“Makasih Kak … tapi masih banyak loh kak yang bagus dari ini” Denis mempromosikan sekolahannya.

“Owh iia” jawab Vika dengan senyum.

“Ini kak ruang OSIS nya” Denis menunjukkan ruang OSIS nya.

“Wah … luas iia ruang OSIS nya dan sarana dan fasilitasnya juga lengkap” komentar Vika lagi tentang ruang OSIS nya.

“Kawan-kawan kenalin ini kak Vika yang mau bantuin buku tahunan Qta” Denis memperkenalkan Vika.

“Hai .. Kak Vika” dengan serentak mereka menyapa Vika.

“Qta mulai aja ia rapatnya” ajak Denis.

Jam 09.00am

Satu jam sudah Vika rapat dengan anak OSIS SMA 70 …

Akhirnya Vika pamit dan langsung menuju kampus …

Dalam perjalanan Vika hanya ditemenin lagu-lagu MP3 dari flash disk nya dengan lagu yang bikin Qta semua semangat yaitu yang berirama beat karena Vika gak suka dengan lagu mellow. Lagu dugem dan RAN yang Vika suka karena lagunya asik dan seru.

“Lagu RAN ah yang judulnya JADI GILA” Vika cari Lagu RAN.

“Nah ini dia …”

Denger intronya aja Vika langsung joget-joget di dalam mobil …

Kemudian Vika nyanyi ..

Sejak Pertama kujumpa Kamu
Tahukah Kamu Kusuka Kamu
Namun bukan berartui Ku tak tahu
Bahwa Kau juga suka padaku

Cintamu itu tlah membutakan mata hatiku
Kini Ku tak sanggup bila hidup tanpamu

Kau buatku jadi gila
Saat kau juga bilang cinta padaku
Tak kuasa kumenahan rasa bahagia
Saat kau ucapkan cinta

Pesonamu bagai bulan purnama
Cinta pada pandangan pertama
Aku tak sanggup
Menahan gejolak cinta didalam diriku
Dan takkan ada yang

Sanggup memisahkan kita
Karna kan kujaga cinta kita berdua

Kau buatku jadi gila
Saat kau juga bilang cinta padaku
Tak kuasa kumenahan rasa bahagia
Saat kau ucapkan cinta

Kau buatku jadi gila
Saat kau juga bilang cinta padaku
Tak kuasa kumenahan rasa bahagia
Saat kau ucapkan cinta

Baby Girl you’re so beautiful
From you’re head to your toe
I just gotta let you know that
You’re the 1 and 2, 3, 4 kiss
That I wanna have You

You want more
Okay Me too
As long as You happy girl I’m with You

Till the rest of my life
Now please say yes
When I Asked You to be my wife

Vika nyanyi sampai habis dengan semangat sambil joget-joget di dalam mobil menuju kampusnya.

Jam 10.15am

Sampai juga Vika di kampus …

Langsung Vika parkirin mobilnya dan ternyata di samping mobil Vika yang di parker itu mobil nya Tama …

“Nie kan mobilnya Tama .. berarti hari ini Tama ada jam kuliah dunx … asik gw bisa ketemu dia hehehe…” kata Vika dengan senang dalam hati.

Vika langsung ke kantin karena udah janjian sama Lani, Mia, Dito dan Erick, teman dekat Vika dari awal sampe sekarang.

“Hai guys ….” Sapa Vika sama teman-temannya yang lagi ngobrol di kantin.

“Eh,Vika … abis darimana Lo,?” tanya Dito.

“Biasa urusin kerjaan .. hhhehehe” jawab Vika sambil becanda.

“Oia, hari ini Qta kuliah sampe jam berapa Erick,?” tanya Vika sama Erick yang kebetulan satu kelas dan satu jurusan yaitu fotografer.

“Jam 3 sore tapi hari ini semua dosen gak masuk” jawab Erick.

“Lah koq gtu .. mank pada kemana semua dosennya,?” tanya Vika lagi.

“Lagi pada ngurusin yang wisuda” jawab Erick.

Tiba-tiba Mia nyeletuk …

“Bagus tuuh ... kalau hari ini Qta gak ada dosen” celetuk Mia.

“Lah koq bagus cie Mia .. kan gw dah capek-capek dateng ke kampus” jawab Vika mengeluh.

“Kan Qta bisa ke kota sampe malam terus foto-foto deh … gimana,? Lagian Qta dah lama gak jalan bareng kan setelah selesai urusan Qta masing-masing” Mia mejelaskan maksud omongannya tadi.

“Wah .. boleh juga tuh ide Lo, Mia” Dito dan Lani setuju.

“Ia udah Qta berangkat sekarang yuk ..” ajak Erick dengan semangatnya.

“Ok deh kalau semua pada setuju.. gw juga setuju … Lets Go” akhirnya Vika setuju dengan idenya Mia.

Di saat mereka berlima mau pergi tiba-tiba datang Tama ..

“Hai Vika..” sapa Tama ke Vika.

“Hai juga Tama …” Vika balas sapaannya Tama.

“Ehhemmm…” Lani dan Mia. Karena mereka berdua tahu kalau Vika suka sama Tama dan gak Cuma mereka berdua tapi Erick dan Dito juga tahu.

“Pada mau kemana nie semua,?” tanya Tama.

“Qta pada mau jalan nie … Tama mau ikut,?” jawab Vika dan Vika juga mengajak Tama.

“Wah .. boleh tuh, ia udah kalau gitu gw ikut boleh kan guys,?” Tama minta ijin sama teman-teman Vika.

“Boleh kuq .. Tama ikut jadinya tambah rame deh nanti” Mia dan Lani yang jawab”. Sedangkan Vika senang banget dengernya kalau Tama mau ikut dan teman-temannya pada setuju.

“Guys … gw gak bawa kamera nie nanti Qta ke kostan gw dulu iia” Vika lupa bawa kamera dan minta balik dulu ke kostan nya.

“Ok deh …” jawab mereka semua.

Sampai di Kost Vika …

“Bentar ia gw ambil dulu kamernya” ijin Vika mau ambil kameranya sama Mia.

Setelah ngambil dan mau berangkat.. tiba-tiba ..

“Vik mending Lo gk usah bawa mobil ..” Mia member saran.

“Owh, ia udah nanti gw nebeng ma Lo aja ia” jawab Vika.

“Koq sama gw .. sama Tama aja, boleh kan Tama Vika nebeng sama Lo,?” tanya Mia ke Tama.

“Boleh kuq Mia, Vika ikut aja ma Qw” jawab Tama. Vika hanya bengong dan bingung harus gimana nanti di dalam mobil cuma berdua sama Tama tapi di satu sisi gw seneng banget bisa berduaan sama Tama meskipun di dalam mobil saja dan Cuma buat hari ini.

“Qta mau kemana nie,?” tanya Dito.

“Qta ke PELANGI (Plaza Semanggi) aja” jawab Lani.

“Ok deh … Lets Go” sorak Dito dengan semangatnya.

Sesampainya di PELANGI …

Mereka semua langsung menuju ke salah satu Departemen Store. Disana para cewe-cewe belanja dan para cowonya hanya memilih mana yang paling cocok di pakai oleh cewe-cewe. Selama di Departemen Store Vika dan Tama kelihatan mesra sekali dan itu disadari oleh para teman-temannya Vika juga yang melihat mereka berdua asik ngobrol.

“Vika udah lama ngekost disitu,?” tanya Tama.

“Ia udah lama dari gw semester 2” jawab Vika.

“Kenapa gak pulang pergi aja,?” tanya Tama lagi.

“Waktu itu pernah PP tapi gw kecapean dan langsung jatuh sakit selama 6 bulan makanya pas semester 2 gw ngekost biar gw gak kecapean meskipun berat ninggalin rumah dan ortu apalagi gw anak semata wayang jadi Mama kadang suka nginep di kostan gw” jawab Vika panjang lebar.

Di saat mereka di Departement Store ternyata ada Ami yang lihat Vika dan Tama ngobrol dengan asiknya dan juga melihat teman-temannya Vika yang juga ada disitu tapi Vika gak tau kalau Ami melihat mereka berdua. Ami melihat Vika dan Tama marah sekali ..

“Itu kan Vika sama Tama .. ngapain Ia mereka berdua di sini,?” tanya Ami dalam hati dan heran.

“Tapi sebentar Vika gak sendirian tapi rame-rame .. tapi siapa ia mereka semua” Ami bertanya dalam hati.

Ami datang ke PELANGI gak sendiri Dia sama Ibunya dan Kakaknya, mereka belanja bulanan dan juga sekalian shooping. Tapi setelah Ami mau pergi pulang, Dia minta ijin sama Ibunya dan Kakaknya kalau mau pergi sama temannya karena ada urusan padahal Ami mau mengintai Vika dan Tama selama mereka masih bareng meskipun gak cuma berdua. Setelah Vika dan kawan-kawannya belanja mereka menuju tempat makan dan setelah itu mereka langsung menuju tempat lokasi pemotretan yaitu Museum Kota. Ami tetap mengintai Vika dari kejauhan agar tidak kelihatan oleh Vika kalau Ami lagi mengintai Vika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar